Kamis, 10 September 2015

Penonton Rusuh, Laga Malaysia-Arab Saudi Ditunda



Sebagian pendukung Malaysia melempar flare dan kembang api ke lapangan setelah timnya tertinggal saat menjamu Arab Saudi.

=============================================================

Laga lanjutan kualifikasi Piala Dunia 2018 zona Asia antara Malaysia dan Arab Saudi di Stadion Shah Alam malam ini terpaksa ditunda dalam kedudukan 2-1 untuk tim tamu menyusul aksi rusuh dari para suporter Harimau Malaya.
Pascakekalahan telak 10-0 kontra Uni Emirat Arab, Kamis (3/9) lalu, yang membuat pelatih Dollah Salleh mengundurkan diri, skuat Malaysia pimpinan bos interim Datuk Ong Kim Swee memperlihatkan determinasi tinggi dalam pertandingan ini.
Malaysia bahkan sempat mencuri keunggulan pada babak kedua, saat kombinasi cantik Amri Yahya dan Wan Zack Haikal memudahkan Safiq Rahim untuk menceploskan bola ke dalam gawang Arab Saudi dari jarak dekat (70').
Namun, kubu tamu mampu merespons cepat dan membalikkan kedudukan melalui dua gol dalam rentang tiga menit. Setelah Taisir Al-Jassim menyamakan skor di menit 73, Mohammed Al-Sahlawi ikut menggetarkan jala Malaysia dan memastikan Arab Saudi ganti memimpin.
Ketertinggalan ini sepertinya memantik emosi sebagian pendukung Malaysia, yang kemudian menyalakanflare serta kembang api dan melemparnya ke lapangan mendekati pengujung laga. Situasi tak kondusif ini pada akhirnya membuat pertandingan dihentikan.

WAWANCARA EKSKLUSIF-Zulham Zamrun: Saya Targetkan Cetak Gol Di Setiap Pertandingan

Tak bisa dimungkiri, Zulham Malik Zamrun, langsung menjelma menjadi idola baru bagi Bobotoh, sebutan pendukung Persib Bandung, di ajang Piala Presiden. Bagaimana tidak, meski baru bergabung mantan pemain Mitra Kukar itu langsung nyetel dengan Firman Utina dan kawan-kawan.
Bahkan, dia menjadi top skor tim bersama Ilija Spasojevic dan Tantan dengan torehan dua gol. Tak ayal, Zulham menjadi andalan di lini depan skuat asuhan Djadjang Nurdjaman.
Melihat kiprah impresifnya itu, Goal Indonesia mencoba untuk mewawancarai pemain asal Ternate tersebut secara khusus, usai mengikuti latihan bersama tim Maung Bandung, Rabu (9/9) pagi.
Pada kesempatan itu, mantan andalan tim nasional Indonesia di Piala AFF 2014 ini membeberkan berbagai hal. Termasuk kisah di balik dia sempat menolak tawaran Persib, hingga akhirnya saat ini bergabung dengan tim asal Kota Kembang
Berikut petikan wawancara dengan pemain kelahiran 19 Februari 1988 itu:
Bagaimana kondisi Anda setelah latihan pagi ini?
Saya agak capai, bermain dua pertandingan, dan ada porsi latihan sendiri.
Tanggapan Anda soal skema rotasi pemain yang akan diterapkan pada laga terakhir grup?
Ya, itu semua tergantung pelatih mau rotasi pemain, siapa ganti siapa. Bagi saya, tak ada masalah karena kami semua sudah saling mengenal. Cuma ada sedikit saja soal pengertian, mungkin yang jarang bermain berbeda dengan yang sering bermain.
Main atau tidak dimainkan?
Dimainkan saya siap, tidak pun tak jadi masalah. Karena namanya kan rotasi pemain, tapi saya berharap bisa main untuk mengejar pundi-pundi gol.
Bisa ceritakan kisah Anda akhirnya memilih Persib di Piala Presiden?
Yang pertama hubungi saya pak Haji Umuh (Muchtar, manajer tim Persib). Komunikasi saya dan pak Haji Umuh tak terputus, walaupun kemarin saya sempat gagal ke sini dan berlabuh di Persipura. Tapi tetap komunikasi kami berjalan lancar, hingga kemarin Persipura bubar dan aku diminta ke sini untuk bergabung.
Apa yang membuat tawaran pertama dari Persib bisa gagal membuat Anda bergabung?
Ada sedikit kendala, gunung Gamalama meletus. Satu sampai dua minggu 1-2 bandara ditutup, saya tidak bisa kemana-mana. Ada juga faktor keluarga. Nah, di situ ada tawaran dari Persipura. Daripada saya tidak bisa berangkat, ya sudah saya terima pinangan Persipura.
Rumor Zulvin Zamrun (saudara kembar Zulham) sebagai syarat?
Ah tidak juga, saya tawarkan karena kemarin saya kasihan sama dia karena belum punya klub. Waktu itu dia di Mitra Kukar, tapi belum pasti dapat kontrak atau tidak. Kebetulan ada banyak klub yang tertarik dengan saya, ya saya sengajain saja saya satuin dengan Zulvin. Tapi sekarang dia sudah punya klub jadi tak masalah.
Ada tim lain yang tertarik selain Persib dan Persipura?
Ada banyak klub (tertarik dengan Zulham), Semen Padang, Sriwijaya FC, Barito Putera, Persebaya Surabaya, juga Persija Jakarta, banyak yang hubungi.
Kembali lagi ke soal Persib, apa rahasia Anda bisa cepat beradaptasi? 
Tidak ada yang susah untuk adaptasi di Persib, karena semua pemain sudah saling mengenal. Saya sudah sering bermain dengan mereka di timnas, jadi tidak susah.
Kami sudah lama mengenal dan bermain bersama di timnas jadi sudah saling tahu cara bermain saya seperti apa, mereka ingin apa. Semua sudah tahu.



Sosok Haji Umuh bagi Zulham?
Beliau selaku manajer bukan hanya kepada saya, tapi kepada semua pemain. Dia selalu memberi motivasi untuk bisa maksimal dan tampil bagus. Motivasinya berupa bonus jika bermain bagus.
Permainan Anda bisa dibilang konsisten di dua pertandingan terakhir...
Sebelumnya saya pernah utarakan, saya ingin membuktikan kualitas saya kepada Bobotoh. Meski ada yang pro dan kontra, saya hanya ingin membuktikan saya layak bermain untuk Persib. Dan bisa dilihat di dua pertandingan, saya bisa cetak gol. Saya targetkan cetak gol di setiap pertandingan.
Menurut Anda, apa perbedaan antara Persib dan Persipura?
Sebenarnya tidak ada perbedaan, masing-masing punya pendukung fanatik. Bedanya dari jumlah penonton yang datang ke stadion. Di Persib, semua langsung dukung ke lapangan, sedangkan di Persipura kan tersebar di daerah-daerah.
Makna menjadi pemain tim nasional untuk Anda?
Suatu kebanggaan bisa membela negaranya untuk sepakbola. Jika dia sudah bermain di timnas, maka dia mempunyai nilai tambah terhadap kontrak di satu tim karena mendapatkan label pemain timnas. Semua punya cita-cita yang sama sebagai pemain bola untuk membela timnas.
Posisi favorit Anda?
Posisi paling favorit di sayap dan striker. Saya tidak bisa diam, saya suka lari dan bergerak, makanya saya pilih bermain di sayap atau sebagai penyerang.


Bagaimana menurut Anda metode latihan yang diterapkan pelatih Djadjang Nurdjaman?
Selama ini tidak ada kesulitan sama metode yang diberikan oleh pelatih. Di setiap latihan, semua metode yang diberikan oleh pelatih bisa diterapkan di dua kali pertandingan, dan berjalan dengan baik.
Apa yang ingin Anda sampaikan pada Bobotoh?
Saya minta dukungan yang lebih dari Bobotoh. Lebih banyak lagi bobotoh yang datang, untuk memberikan semangat pada kami meski sudah lolos. Karena adanya mereka itu yang membuat pemain jadi semangat. Nggak enak kalau main bola tapi nggak ada penonton.
Soal kontrak permanen dengan Persib?
Semua kembali pada nyaman atau tidak, cocok atau tidak. ISL-nya bergulir dan persib ingin memakai saya, kita dapat titik terangnya dari manajemen, ya saya tetap di Persib. Kembali pada kecocokan dan kenyamanan kita sebagai pemain.(gk-52 & gk-68)

Robin Van Persie: Belanda Kacau!


Wakil kapten timnas BelandaRobin van Perise, menyebut jika situasi timnya kini tengah di ujung tanduk. 

Hal itu terjadi karena De Oranje baru saja kalah dua kali beruntun, sehingga mengancam peluangnya untuk lolos ke putaran final Euro 2016.

Seperti diketahui, Belanda baru saja dibantai Turki 3-0 hingga kini terpuruk di posisi empat Grup A, lewat koleksi sepuluh poin. Dengan kualifikasi tinggal menyisakan sepasang matchday, tipis kans bagi skuat Danny Blind untuk lolos ke Prancis tahun depan.

"Anda bisa mengatakannya [bahwa hasil ini sangat menyakitkan]. Kami tak lagi menggenggam kualifikasi di tangan kami sendiri," ungkap Van Persie, seperti dikutip NOS.

"Kondisi ini sungguh kacau. Fakta ini benar-benar mengerikan bagi kami. Kualifikasi berjalan sangat sulit, tapi kami masih memiliki kesempatan untuk lolos.

"Kami harus berjuang sampai akhir dan bisa memenangkan dua pertandingan sisa," harapnya.

Zulham Top Skor


Zulham Zamrun untuk sementara ini menjadi top skor Piala Presiden 2015. Sebanyak lima gol diciptakannya pada tiga laga yang sudah dilakoni, masing-masing kontra Persebaya United dan Persiba Balikpapan dua gol dan tiga gol diciptakannya pada laga terakhir kontra Martapura FC.

Zulham beda satu gol dengan pemain Pesebaya United Pedro Javier yang sudah mengkoleksi empat gol. Sementara Lancine Kone dari Arema Indonesia sudah mengkoleksi tiga gol dari tiga laga pada Grup B.

"Syukur Alhamdulillah, tapi gol ini bukan karena saya sendiri tapi karena teman-teman juga. Bukan karena saya hebat, tapi ada bantuan dari pemain lain akhirnya bisa cetak gol dan bisa jadi top skor sementara," ucapnya usai laga di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Kamis (10/9/2015).

Pemain bernomor punggung 54 ini berharap kedepan ia tetap dapat berkontribusi positif untuk Maung Bandung. Kerja keras menjadi tekadnya pada setiap pertandingan kedepannya. Target setelah lolos fase grup, ia pun ingin membawa timnya lolos kembali ke babak selanjutnya hingga jadi juara Piala Presiden.

"Lawan Delapan Besar nanti beda dengan di penyisihan grup. Mereka lebih kuat dan siap, PERSIB harus lebih siap dan fokus lagi menghadapi Delapan Besar. Saya akan bekerja lebih keras lagi," ucapnya. ***

Persebaya Lolos ke Delapan Besar

Pelatih Persebaya United Ibnu Grahan bangga anak asuhnya dapat meraih kemenangan saat menghadapi Persiba Balikpapan dengan skor 4-1, di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Kamis (10/9/2015) sore. Kemenangan tersebut pun memastikan lolos ke babak Delapan Besar Piala Presiden 2015.

Tiket Delapan Besar yang didapat Persebaya didapat usai PERSIB mengalahkan Martapura FC di tempat yang sama pada malam harinya. Ibnu mengaku, bersyukur karena usaha keras yang didapat timnya tidak sia-sia.

"Kita siap bertemu Bali United, PSM dan Sriwijaya, karena katanya kita akan menghadapi juara grup, kita siap bertanding, harapan kita ke depan gol tidak hanya dibuat oleh lini depan tapi dari lini tengah juga,"  ucap Ibnu seusai laga.

Ibnu juga puas melihat penampilan Pedro yang berkontribusi banyak terhadap tim yang dijuluki Bajul Ijo itu. Tidak tanggung empat gol dibuat oleh pemain yang baru bergabung dengan Persebaya dan langsung diturunkan pada laga kedua Persebaya kontra PERSIB, Minggu (6/9/2015).

"Motivasi dan kepercayaan pemain pun harus diapresiasi, pertandingan pertama sampai ketiga, lawannya adalah kita sendiri yang harus bisa menahan emosi, tinggal membiasakan saja agar sentuhannya ketemu," ucap Ibnu.***

Ketika MLS memasuki musim libur pada periode akhir tahun ini hingga awal tahun tahun depan, Steven Gerrard dipastikan tidak akan balik ke Liverpool.


Gelandang LA Galaxy Steven Gerrard harus mengubur kemungkinan untuk kembali memperkuat Liverpoolketika Major League Soccer (MLS) memasuki musim libur pada periode akhir tahun ini hingga awal tahun tahun depan.
Pasalnya, pihak MLS, melalui Komisioner Don Garber, menegaskan tidak akan membiarkan pemainnya untuk pergi sementara saat liga sedang off-season. Ini merupakan tanggapan Garber menyusul rumor yang menyebutkan bahwa Gerrard bakal kembali ke Anfield dengan status pemain pinjaman pada bursa transfer Januari mendatang.
Sebelumnya, beberapa pemain pernah meninggalkan sementara MLS untuk berkarier singkat ke Eropa, di antaranya David Beckham (ke AC Milan) dan Thierry Henry (ke Arsenal). Garber pun menjelaskan pihaknya akan berupaya mencegah hal tersebut terulang di masa depan.
“Saya rasa hal tersebut tidak akan terjadi [Gerrard dipinjamkan ke Liverpool]. Tidak akan ada masa peminjaman dalam musim libur di liga ini,” ungkap Garber dalam pertemuan Soccerex, Rabu (9/9) kemarin.
“David Beckham sudah menyadari bahwa saya sangat kecewa ketika dia pergi ke Milan, padahal dia sudah menyatakan komitmennya bersama kami yang diwarnai atmosfer heboh [ketika pindah dari Real Madrid ke LA Galaxy].”
“Orang-orang di sini bertanya-tanya, ‘Apa? Dia bermain untuk dua klub? Apakah Anda [MLS] niat membuat olahraga?’ Butuh upaya keras untuk menjelaskan masalah ini kepada orang-orang. Drama unik seperti ini hanya berlaku dalam sepakbola, namun tidak berlaku di NFL atau baseball,” imbuhnya.

laporan pertandingan Persebaya United vs Persiba Balikpapan dengan skor 4-1

Persebaya United berhasil membungkam Persiba Balikpapan dengan skor 4-1, pada laga pemungkas grup A Piala Presiden di Stadion Si Jalak Harupat, Soreang, Kamis (10/9) petang.
Dengan hasil ini, Persebaya hanya tinggal menunggu hasil laga Persib Bandung kontra Martapura FC, terkait kepastian mereka lolos atau tidak ke babak delapan besar. Persebaya akan gagal lolos jika Martapura berhasil menaklukkan Persib dengan selisih minimal tiga gol.
Babak pertama
Persebaya langsung tampil menekan di menit awal pertandingan. Bahkan, mereka langsung membuka skor pada menit kedua, lewat kaki Pedro Javier yang memanfaatkan umpan dari Otavio Dutra.
Tertinggal satu gol, membuat para pemain Persiba meningkatkan intensitas serangan. Upaya mereka membuahkan hasil pada menit ke-15, lewat tendangan penalti Bayu Pradana. Skor kembali berubah 1-1.
Sontak, pertandingan berjalan semakin menarik. Kedua tim saling bergantian melakukan serangan. Tapi, kali ini masih belum bisa berbuah gol.
Tendangan Rudi Widodo masih bisa ditangkap dengan baik oleh kiper Persiba, Jandia Eka Putra. Persebaya akhirnya berhasil kembali mencetak gol pada menit ke-26. Lagi-lagi Pedro Javier yang berhasil mencetak gol lewat sundulannya.
Unggul satu gol, membuat para pemain tim Bajul Ijo kembali bersemangat. Tekanan dengan gencar diberikan ke lini pertahanan tim Beruang Madu. Tapi, masih diredam dengan baik oleh para pemain Persiba.
Persiba yang dilatih Eduard Tjong juga tak tinggal diam. Mereka beberapa kali mencoba mengambil alih permainan. Namun upaya I Made Wirahadi dan kawan-kawan bisa diantisipasi dengan baik oleh para pemain Persebaya.
Justru Persebaya yang semakin menjauh pada menit ke-44. Itu setelah, Pedro Javier menorehkan hat-trick-nya di laga ini. Hingga babak pertama usai, skor tetap 3-1 untuk Persebaya. 
Babak kedua
Memasuki babak kedua, Persebaya kembali langsung tampil menekan. Persiba yang tertinggal dua gol, juga berupaya untuk memberikan perlawanan. 
Beberapa kali Persiba kesulitan untuk keluar dari tekanan yang diberikan Evan Dimas dan kawan-kawan. Setiap serangan yang dibangun Persiba bisa dipatahkan dengan mudah oleh para pemain Persebaya.
Sebaliknya, variasi serangan yang dibangun Persebaya beberapa kali mampu merepotkan pertahanan Persiba. Intensitas serangan Persebaya sedikit menurun di pertengahan babak kedua.
Tapi Persiba juga masih kesulitan untuk menembus pertahanan Persebaya. Hingga Pedro Javier kembali menjadi momok untuk gawang Persiba. Itu setelah, dia mencetak gol keempatnya di laga ini pada menit ke-79. Gol itu membuat penyerang asal Paraguay tersebut menjadi top skor sementara Piala Presiden. Papan skor pun berubah menjadi 4-1 untuk Persebaya.
Di sisa waktu yang ada, Persiba tak bisa berbuat banyak. Bahkan, permainan mereka terlihat cenderung kasar. Hingga laga usai, skor tetap 4-1 untuk Persebaya. 
Susunan pemain kedua tim
Persebaya United
Pelatih:
 Ibnu Grahan
1 Jendry Pitoy; 2 Putu Gede Juni Antara, 5 Otavio Dutra, 53 Munhar, 21 Fatchu Rohman; 4 Asep Berlian, 6 Evan Dimas, 7 Siswanto, 20 Ilham Udin; 10 Rudi Widodo, 14 Pedro Javier
Cadangan: 77 Heri Prasetyo, 24 Syahrul Kurniawan, 27 Fauzan Jamal, 16 Zulfiandi, 81 Hargianto, 22 Fandi Eko Utomo, 31 Ferry Ariawan
Persiba Balikpapan
Pelatih:
 Eduard Tjong
30 Jandia Eka Putra; 7 Arifki Eka Putra, 87 Yudi Khoirudin, 32 Absor Fauzi, 11 Frengki Turnando; 16 Rendi Saputra, 22 Arwin, 13 Bayu Pradana, 77 Rahel Radiansyah; 10 Suheri Daud, 9 I Made Wirahadi
Cadangan: 23 Efendi, 5 Joko Sidik, 24 Seftia Hadi, 36 M. Akbar Rizal, 27 M. Hamdi, 21 Fajar Legian, 29 Sholehudin